“Gedung ini nanti bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP dan SMA dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama laboratorium ya, UKS, dan juga fasilitas-fasilitas ekstrakurikuler lainnya,” terangnya.
Program Sekolah Rakyat, lanjutnya, merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk mereka yang putus sekolah atau berisiko putus sekolah.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, program ini tidak membuka pendaftaran terbuka. Pemerintah akan menggunakan pendekatan penjangkauan langsung untuk menjaring calon siswa yang menjadi prioritas.
“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau,” ucapnya.
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia nantinya memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Proyek ini dipandang sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
“Kalau katakanlah ada 500 saja gedung permanen Sekolah Rakyat, maka kapasitasnya sudah lebih dari 500.000 siswa. Ini adalah bagian dari pengentasan kemiskinan,” sebutnya. (far)
