“Pakistan tidak memiliki daya tekan nyata baik terhadap Presiden Trump maupun Iran,” tulisnya.
Ia menilai Pakistan tidak memiliki modal politik, ekonomi, maupun militer yang cukup untuk benar-benar memaksa Washington atau Tehran mencapai kesepakatan permanen.
Mir juga menyoroti paradoks posisi Pakistan yang berupaya menjadi penengah konflik global, tetapi masih gagal menyelesaikan persoalan keamanannya sendiri, termasuk konflik berkepanjangan dengan Afghanistan dan Taliban.
“Ini tampak paradoks. Bagaimana mungkin negara yang gagal menyelesaikan masalah dengan tetangga terdekatnya dapat menjadi kekuatan stabilisator di kawasan?” tulis Mir.
Selain itu, ketegangan sektarian domestik turut menjadi sorotan setelah Munir dilaporkan melontarkan pernyataan kontroversial kepada komunitas Syiah Pakistan terkait dukungan mereka terhadap Iran.
Menurut Mir, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pakistan masih menghadapi tantangan serius dalam keamanan domestik, legitimasi politik, dan hubungan regional.
“Tujuan utama Pakistan saat ini adalah membendung perang dan membatasi dampak buruknya terhadap negara,” ujarnya.
