Ia menambahkan, terlalu dini menyebut Pakistan sebagai kekuatan stabilisator kawasan sebelum negara itu mampu memperbaiki keamanan internal, memulihkan ekonomi, dan berdamai dengan negara-negara tetangganya sendiri.
Pada akhirnya, Mir menilai langkah Pakistan lebih mencerminkan kalkulasi strategis dan oportunisme geopolitik ketimbang kapasitas nyata sebagai penjamin stabilitas regional. (bam)
