“Kami melakukan evaluasi bersama agar ini tidak terjadi ke depan. Tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama ke depan. Kalau ada kesalahan lagi, tentu dengan sanksi lebih berat bisa sampai pemecatan,” ujarnya.
Sementara itu, Syahri telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya. Ia mengaku menyesal dan menerima keputusan Mahkamah Partai.
“Saya khilaf saja. Saya manusia biasa. Saya taat dengan putusan Mahkamah Partai. Mungkin ada salah, saya mohon maaf. Saya menyesal sekali berbuat seperti itu dan tidak akan mengulangi,” katanya. (far)
