“Jemaah diberangkatkan berdasarkan pemanggilan. Yang belum dipanggil tetap menunggu di kamar sehingga prosesnya lebih tertib,” ujarnya.
Selain itu, pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Ia mengaku tidak lagi banyak menemukan jemaah kebingungan atau terlantar di perjalanan.
“Pergerakan jemaah lebih teratur dan pelayanan petugas di lapangan sangat membantu,” katanya.
Keberadaan armada golfcar juga dinilai sangat efektif membantu mobilitas jemaah, terutama lansia dan jemaah yang mengalami kesulitan adaptasi saat berada di Mina.
“Golfcar sangat membantu jemaah, khususnya lansia. Ini inovasi yang sangat baik dan perlu ditambah pada tahun mendatang,” ujarnya.
Menurut Syafi’i, keberhasilan penanganan Armuzna tahun ini tidak lepas dari kepemimpinan yang aktif turun langsung ke lapangan.
Ia menilai kehadiran Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Daniel Anzar Simanjuntak memberikan motivasi besar bagi seluruh petugas haji Indonesia.
