Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih panas. Zhaiyk memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Bhayangkara Presisi dan sempat unggul 17-12. Tuan rumah perlahan bangkit dan memangkas jarak menjadi 15-17.
Duel sengit terjadi di penghujung set kedua. Spike keras Keita memaksa pertandingan memasuki deuce pada skor 24-24. Namun beberapa kesalahan servis dan spike dari pemain Bhayangkara Presisi membuat Zhaiyk mencuri kemenangan set kedua 27-25 sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Pada set ketiga, Bhayangkara Presisi kembali menemukan ritme permainan. Serangan cepat dan koordinasi yang lebih solid membuat mereka unggul jauh 15-5 di awal set. Meski Zhaiyk sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 18-23, quick spike Simon memastikan kemenangan Bhayangkara Presisi dengan skor 25-19.
Tensi pertandingan semakin meningkat di set keempat. Kedua tim terus saling kejar poin hingga skor imbang 18-18. Dalam laga tersebut, Keita sempat menerima kartu kuning dari wasit usai melayangkan protes.
