Ia pun pergi membawa bekal yang sangat berharga; perempat final di ITF J100 Huzhou, Tiongkok, tepat sepekan lalu–dua level lebih tinggi dari ITF J30.
Sementara itu, di kategori putra, Alfaradu Sumirat (17 tahun) juga berpeluang untuk menghapuskan dahaga akan gelar tunggal turnamen resmi ITF. Peringkat 757 dunia ini urung meraihnya sekalipun mencapai babak akhir lima turnamen berbeda–final terakhir ia capai pada ITF J30 Jakarta akhir tahun lalu.
Petenis asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini pun berpotensi revans atas kekalahan di partai puncak ITF J30 Surabaya akhir tahun lalu. Apabila final ideal pada turnamen akhir Mei ini terlaksana, ia kembali menghadapi Brandon Duan (16 tahun) asal Amerika Serikat, peringkat 800 dunia yang jadi unggulan kedua.
Mereka memperjuangkan nasib mulai babak utama, Senin, 25 Mei 2026. Bagan 32 besar telah terisi penuh lewat babak kualifikasi tunggal. Dari babak awal ini, Indonesia meloloskan lima petenis putri dan enam petenis putra.
Sofia Grace, Ratu Athena, Syavira Dhini, Jacqueline Yang, dan Fajrina Aurelia di kategori putri. Reavan Rio Suryana, Moh Galih Prasetyo, Jordan Faith Suryaatmadja, Raffa Rizky Ramadhan, Revano Rhodez, dan Roger Wirawan di kategori putra. (bam)
