IPOL.ID-Kabar terbaru dari Timur Tengah menyebutkan Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Lonjakan ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan Iran ke Uni Emirat Arab (UEA), yang memperburuk situasi dan mengancam rapuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington.
Mengutip CNBC, Selasa (5/5/2026), harga minyak mentah Brent sebagai acuan global naik hampir 6 persen dan ditutup di level USD 114,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat lebih dari 4 persen ke posisi USD 106,42 per barel.
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, serta empat drone yang diluncurkan dari Iran. Meski sebagian besar ancaman berhasil ditangkal, serangan tersebut tetap menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka.
Selain itu, serangan drone juga memicu kebakaran di fasilitas minyak Fujairah, salah satu pusat energi strategis di UEA.
Eskalasi ini menjadi babak terbaru ketegangan di kawasan Teluk Persia. Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah konflik berkepanjangan terkait Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi global.
