Presiden AS, Donald Trump, pada Minggu menyatakan bahwa negaranya akan memandu kapal-kapal sipil yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah Iran dilaporkan memblokade jalur tersebut selama beberapa pekan, memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Menurut Komando Pusat AS, operasi militer bertajuk “Project Freedom” melibatkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, serta berbagai platform tanpa awak. Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa operasi ini masih bersifat terbatas dan belum mencakup pengawalan penuh terhadap kapal niaga.
Pejabat AS menjelaskan bahwa Angkatan Laut saat ini fokus memberikan panduan navigasi guna menghindari ranjau, namun tetap siap melakukan tindakan militer jika terjadi ancaman langsung.
Sementara itu, Laksamana Brad Cooper mengungkapkan bahwa pasukan AS telah menghancurkan enam kapal kecil milik Iran yang mencoba mengganggu jalur pelayaran di kawasan tersebut. (bam)
