Tidak hanya itu, diare juga dapat muncul akibat kerusakan pembuluh darah pada dinding usus sehingga memicu gangguan pencernaan.
Pada kondisi yang lebih serius, infeksi Hantavirus dapat berkembang dan menyerang paru-paru. Gejala lanjutan yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas, hingga detak jantung tidak teratur.
Batuk pada kasus Hantavirus, khususnya jenis Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), bukan disebabkan infeksi saluran pernapasan biasa. Kondisi ini terjadi akibat kebocoran cairan ke dalam paru-paru.
Sementara sesak napas menjadi tanda bahwa fungsi paru-paru mulai terganggu dan membuat penderita kesulitan bernapas.
Selain itu, pasien juga dapat mengalami detak jantung tidak teratur akibat ketidakseimbangan elektrolit, tekanan karena gangguan pernapasan, hingga peradangan sistemik yang memengaruhi jantung.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika tidak kunjung membaik atau memiliki riwayat paparan dengan lingkungan yang terkontaminasi tikus.(Vinolla)
