IPOL.ID -Pelumas merupakan komponen penting yang digunakan pada berbagai mesin untuk mengurangi gesekan dan mencegah kerusakan. Selama ini, sebagian besar pelumas masih berbasis minyak bumi. Prof. Dr. Ir. Sukirno, M.Eng., Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, menyoroti perlunya beralih ke pelumas berbasis minyak nabati sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam pengukuhan guru besarnya, pada Rabu (29/4), di Balai Sidang UI, ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Teknologi Pelumasan (Lubrication Technology): Produksi Pelumasbio (Biobased) Berbasis Minyak Nabati dan Pilihan Aplikasinya”.
Ia memaparkan peran penting pelumas dalam menjaga kinerja mesin. Tanpa pelumas yang baik, gesekan antarbagian logam dapat menimbulkan panas, mempercepat keausan, dan berujung pada kerusakan mesin. Pelumasan yang tepat membantu mesin bekerja lebih efisien sekaligus memperpanjang masa pakainya.
“Saat ini, pelumas yang banyak digunakan masih berasal dari minyak bumi. Namun, penggunaannya menimbulkan persoalan lingkungan karena sulit terurai. Sebagai alternatif, pelumas berbasis minyak nabati dinilai lebih aman karena mudah terurai di alam. Bahkan, tingkat penguraiannya bisa mencapai lebih dari 90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pelumas mineral,” kata Prof. Sukirno.
