Selain lebih ramah lingkungan, pelumas nabati dapat menempel lebih kuat pada permukaan logam, relatif stabil saat digunakan, tidak mudah menguap, dan aman karena memiliki titik nyala yang lebih tinggi. Akan tetapi, pelumas jenis ini masih menghadapi tantangan, terutama pada ketahanannya terhadap suhu tinggi dan kinerjanya pada suhu rendah. Untuk itu, diperlukan inovasi melalui rekayasa kimia agar kualitasnya semakin meningkat dan dapat digunakan lebih luas di berbagai kondisi.
“Pelumas nabati sangat cocok digunakan pada aplikasi yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti pelumas grease, oli hidrolik, cairan pemotongan logam, serta oli mesin dua langkah. Pada penggunaan seperti ini, pelumas biasanya terbuang langsung ke lingkungan sehingga penggunaan bahan yang ramah lingkungan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ke depan, pelumas berbasis minyak nabati dinilai berpeluang besar untuk menggantikan pelumas berbasis minyak bumi. Pengembangan inovasi ini masih diperlukan, terutama untuk meningkatkan ketahanannya pada suhu tinggi agar dapat digunakan pada mesin kendaraan. Dengan inovasi yang berkelanjutan, pelumas nabati diharapkan menjadi alternatif dan solusi utama dalam mendukung industri yang ramah lingkungan.
