Mendag Busan menyampaikan, IPBA hadir untuk memperluas jaringan bisnis serta mengoptimalkan pemanfaatan kerja sama perdagangan kedua negara sehingga mendorong peningkatan total perdagangan. Kemudian, IPBA diharapkan dapat mengadvokasi pelaku usaha terkait hambatan perdagangan agar arus perdagangan kedua negara terus meningkat. “Diversifikasi perdagangan akan membuat kita lebih tangguh untuk dapat menghadapi tantangan global,” ujar Mendag Busan.
IPBA akan mendukung promosi produk Indonesia melalui pelaksanaan misi dagang (trade missions), forum bisnis (business forums), dan kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon buyer, distributor, importir, maupun investor Filipina. IPBA juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha kedua negara untuk mengidentifikasi kebutuhan dunia usaha, membuka peluang kerja sama baru, serta menyampaikan berbagai tantangan perdagangan yang dihadapi pelaku usaha Indonesia dan Filipina.
Dalam mendukung peningkatan daya saing eksportir nasional, ke depannya IPBA diharapkan menyediakan program capacity building bagi UMKM dan eksportir Indonesia. Program tersebut antara lain berupa fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) oleh Kantor Atdag KBRI Manila, pelatihan ekspor, pemahaman regulasi dan standar produk Filipina, penguatan branding dan packaging, on-boarding dan cross-border e-commerce, serta pendampingan kesiapan ekspor (export readiness).
