Eva Noor, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun keamanan digital. “Seringkali cybersecurity dianggap sebagai sesuatu yang kompleks dan teknis. Padahal, banyak risiko digital justru berawal dari hal-hal sederhana—seperti mengklik tautan yang salah atau membagikan informasi tanpa sadar,” ujar Eva Noor.
Ia menambahkan, keamanan digital sejatinya dimulai dari rumah, dengan perempuan—terutama ibu—sebagai pengarah sekaligus pelindung dalam keluarga.
“Regulasi adalah langkah penting dari pemerintah. Namun dampaknya akan jauh lebih besar jika masyarakat, terutama orang tua, memiliki pemahaman yang memadai. Perlindungan anak di ruang digital harus hidup dalam keseharian,” tegasnya.
Ke depan, IWCS menargetkan perluasan program ke lebih banyak daerah agar semakin banyak perempuan terlibat aktif. Di era ini, perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan berdaya. (tim)
