Selain itu, mayoritas papan kayu untuk pijakan wisatawan dalam kondisi goyang, terangkat, bahkan sebagian terlepas dari rangka besi pengikatnya.
Meski pemandu wisata sempat mengingatkan korban terkait jalur trekking yang licin akibat cuaca, polisi menegaskan buruknya kondisi infrastruktur jembatan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan maut tersebut.
Kepolisian juga menyoroti lemahnya sistem keselamatan di destinasi wisata itu. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat selaku pengelola dinilai belum menyediakan standar keselamatan yang memadai bagi pengunjung.
Polisi menemukan tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis terkait pemeliharaan dan pemeriksaan rutin jembatan gantung. Selain itu, tidak terdapat rambu peringatan bahaya maupun jaminan asuransi kecelakaan bagi wisatawan.
Untuk mendalami dugaan unsur kelalaian, Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memeriksa lima saksi, yakni Kepala Desa Cunca Wulang, petugas pos retribusi tiket masuk, pemandu wisata lokal, sopir kendaraan korban, serta anggota Bhabinkamtibmas yang pertama kali mengamankan lokasi kejadian.
