Selain membahas teknologi dan kebencanaan, Faisal turut mengajak para siswa untuk memaknai masa muda sebagai fase penting dalam membangun karakter, integritas, dan semangat pengabdian. Ia mencontohkan Ki Hajar Dewantara yang membangun gagasan besar melalui komunitas belajar bernama “Selasa Kliwonan”.
“Ki Hajar Dewantara memiliki komunitas bernama Selasa Kliwonan yang menjadi ruang peer learning untuk melahirkan ide-ide besar bagi Indonesia. Anda semua memiliki Komunitas Taruna Nusantara yang bukan hanya untuk tiga tahun, tetapi untuk seumur hidup,” pesannya.
Ia menilai budaya persaudaraan, kepemimpinan, dan pengabdian yang dimiliki Taruna Nusantara merupakan modal penting dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas. Faisal juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan berlangsung sepanjang kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal turut memperkenalkan peran BMKG dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, termasuk penguatan layanan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi untuk berbagai sektor strategis nasional. Ia juga memperkenalkan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) sebagai salah satu institusi pendidikan yang berperan menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi.
