“Pengadaan CCTV ini kalau mau lebih murah dan efisien bisa melalui skema sewa, Jalurnya bisa lewat CSR dari pihak-pihak yang memang ingin membantu keamanan lingkungan atau bisa juga melibatkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Jadi kita pasang di titik-titik penting yang selama ini sering terjadi tindak kriminal begal maupun tawuran,” katanya.
Kent berharap langkah mitigasi dilakukan bersama Forkopimko tidak hanya bersifat seremonial, melainkan diikuti langkah konkret dan berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Kita ingin ada evaluasi rutin, patroli lebih masif, penerangan jalan ditingkatkan, dan sistem pengawasan benar-benar berjalan. Saya ingin Jakarta Barat kembali dikenal sebagai wilayah yang aman dan nyaman bagi warga masyarakat,” pungkasnya. (Joesvicar Iqbal)
