“Di TMII ada keberagaman ya, mega diversity, miniaturnya ada di sini, termasuk yang ada di anjungan-anjungan di samping ada museum dan fasilitas lainnya,” terang Fadli.
“Jadi saya kira Taman Mini Indonesia ini adalah sebuah visi besar tentang kebudayaan kita dengan menampilkan miniatur dari keberagaman ekspresi budaya kita termasuk dalam bentuk rumah-rumah adat, anjungan budayanya, aktivitasnya ada di dalamnya gitu. Nah, ini perlu menurut saya promosi yang semakin aktif. Jadi promosi mungkin tidak hanya dari Taman Mini, terutama dari daerahnya. Jadi kalau mau melihat daerahnya, orang belum sempat datang ke provinsi tersebut, lihat saja di Taman Mini,” tambahnya.
Sejurus dalam acara Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 tersebut Gilang Ramadhan sebagai Ketua Dewan Juri bersama para juri lainnya sangat teliti dalam menyeleksi sejumlah anjungan yang mengikuti penilaian secara ketat.
Sehingga sebanyak 13 anjungan berhasil masuk dalam jajaran nominasi Pradana Nitya Budaya TMII 2026, di antaranya, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Bali.
