Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci Ekosistem Sepak Bola Putri
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas para pemain di Surabaya terbilang matang. Hal tersebut tidak terlepas dari ekosistem sepak bola Surabaya yang sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan. Jacksen menambahkan, melimpahnya talenta dari Surabaya membuatnya masih akan mendiskusikan lebih lanjut dengan para stafnya untuk menentukan siapa saja yang benar-benar layak terpilih ke MilkLife Soccer Challenge All Star di Kudus pada pertengahan Juni nanti.
“Saya lihat masih ada beberapa tim dengan satu pemain menonjol lebih jauh dibanding yang lain. Harapan saya ke depan, kita bisa berkembang bersama secara tim. Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali. Kalau saya melihat individu-individu yang ada, begitu dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan baik, akan bisa bersaing dengan sangat luar biasa. Karena dari aspek postur cukup bagus dan iklim sepak bola putri di Surabaya sudah cukup lama, jadi mereka pasti punya kematangan jauh lebih bagus. Saya akan kumpulkan pemain-pemain yang sudah terpilih masuk All-Star dari Extra Training Seri 1 untuk latihan bersama, nanti bisa kita lihat siapa yang akan terpilih untuk berangkat ke Kudus,” ucap Jacksen.
