Siti menjelaskan, evaluasi akan dilakukan terhadap berbagai aspek teknis pelaksanaan lomba, mulai dari mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan dalam perlombaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah, dan masyarakat yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan.
“Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas,” ucapnya.
Polemik bermula saat sesi pertanyaan rebutan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab pertanyaan tersebut.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Grup C.
Namun, salah satu dewan juri, Dyastasita, memberikan nilai minus lima terhadap jawaban itu.
