Lebih lanjut, Idris mengatakan kebutuhan pembiayaan kesehatan saat ini semakin besar, terutama untuk intervensi pelayanan kesehatan dasar, penanganan penyakit, hingga penyediaan layanan kesehatan esensial bagi masyarakat.
“Program layanan kesehatan primer saat ini masih banyak berujung ke rumah sakit untuk kasus-kasus yang seharusnya bisa ditangani di tingkat puskesmas. Ini menunjukkan layanan kesehatan dasar masih belum optimal,” jelasnya.
Disamping itu, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil 2 Jakut itu menyoroti masih rendahnya tingkat akreditasi puskesmas di Jakarta.
Berdasarkan data yang disampaikannya, dari ratusan puskesmas yang ada di DKI Jakarta, baru sebagian yang telah mencapai standar akreditasi sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Karena itu, Fraksi NasDem mendorong adanya percepatan akreditasi seluruh puskesmas di Jakarta, khususnya bagi fasilitas kesehatan yang masih berada pada level dasar.
“Dalam waktu satu tahun kami berharap seluruh puskesmas di DKI Jakarta minimal mencapai akreditasi dasar level satu agar standar pelayanan kesehatan masyarakat semakin meningkat,” pintanya.
