Tak hanya itu, Idris juga meminta adanya peningkatan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam sistem kesehatan daerah. Menurutnya, publik harus mendapat akses terhadap informasi kesehatan, termasuk data pencegahan penyakit, indeks pembangunan kesehatan masyarakat, serta laporan layanan kesehatan secara berkala.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penyusunan program kesehatan lokal agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Dalam kesempatan itu, Idris turut menyoroti kesiapan pemerintah daerah menghadapi kejadian luar biasa atau wabah penyakit di masa mendatang. Ia menilai pengalaman pandemi COVID-19 harus menjadi pelajaran penting untuk membangun sistem ketahanan kesehatan yang lebih kuat dan responsif.
“Sistem kewaspadaan kesehatan harus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BNPB dan seluruh pemangku kepentingan,” tandasnya.(Sofian)
