“Kalau nggak ditangani, ini jadi masalah jelek buat pemerintahan sekarang. Dari Pak Gubernur maupun DPRD, dicoreng benar. Selama saya jadi anggota dewan nggak pernah kejadian seperti ini,”ujarnya.
Ferrial juga menyoroti belum maksimalnya pengoperasian fasilitas pengolahan sampah di RDF Rorotan maupun TPST Bantargebang. Ia mempertanyakan kapasitas pengolahan RDF Rorotan yang disebut belum mencapai target 2.500 ton per hari.
“Rorotan sekarang nggak sampai 1.000 ton per hari. Kenapa bisa begitu? Kalau perlu sewa mobil tertutup atau angkut malam hari supaya tidak mengganggu perumahan,” ucapnya.
Selain itu, ia menilai RDF yang ada belum berjalan optimal karena hasil olahan sampah dinilai belum memenuhi standar untuk dipasarkan. Menurut Ferrial, persoalan kadar kekeringan sampah hingga pengelolaan operasional perlu segera dibenahi.
Ferrial turut mendorong Pemprov DKI untuk menambah lahan pembuangan sampah di sekitar Bantargebang guna mengantisipasi kondisi gunungan sampah yang semakin penuh. Ia meminta pemerintah tidak ragu membeli lahan tambahan apabila memang diperlukan untuk kepentingan jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta.
