“Lembaran yang terlepas dijahit kembali, kemudian dibuatkan sampul dan kotak penyimpanan agar manuskrip lebih aman saat disimpan,” ujarnya.
Ia menegaskan, setelah seluruh proses restorasi selesai, manuskrip akan dikembalikan kepada pemilik koleksi untuk kembali dirawat oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya Aceh. (ahmad)
