Selain melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, penyidik juga masih meminta keterangan dari para korban, warga sekitar, serta pihak perusahaan sebagai bagian dari proses penyelidikan lanjutan.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para korban, masyarakat dan pihak perusahaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Polda Banten turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Diketahui, perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia tersebut menyebut ledakan dipicu oleh kondisi tekanan berlebih (overpressure). Sementara itu, dugaan sementara mengarah pada adanya kebocoran pipa pada salah satu fasilitas produksi yang memicu ledakan dan mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka.
Insiden tersebut juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar berupa kabut putih dan aroma kimia menyengat yang sempat menyebar ke kawasan permukiman warga. Sejumlah warga dilaporkan mengeluhkan iritasi pada mata akibat kejadian tersebut.
