Sejak menerima laporan pada hari kejadian, aparat dari Polres Cilegon dan Polda Banten langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal. Tim Satreskrim bersama petugas Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan berbagai barang bukti guna memastikan penyebab ledakan.
Meski demikian, pihak perusahaan menyatakan tidak terjadi kebocoran bahan kimia berbahaya. Perwakilan perusahaan melalui Public Relations PT MCI, Dimas Saputro, juga telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.
Kabid Humas Polda Banten, Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa hasil dugaan sementara menunjukkan insiden dipicu oleh kebocoran pipa akibat tingginya tekanan suhu.
“Kebocoran diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar dan memicu aktifnya sistem peringatan dini perusahaan,” jelasnya.
Setelah kejadian, pihak perusahaan segera menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan melakukan pemeriksaan teknis terhadap instalasi pipa maupun reaktor yang digunakan dalam proses produksi.
