Menurut Pramono, di Pasar Jaya Kramat Jati, satu hari bisa menghasilkan sebanyak 5 ton sampah. Nantinya, melalui kerjasama dengan perusahaan swasta, sampah yang diolah akan menghasilkan output bermanfaat bagi pertamanan dan lainnya.
“Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ini ke Bantar Gebang,” ungkap gubernur.
Dia menegaskan, Perumda Pasar Jaya memiliki 153 pasar tradisional dan setiap hari bisa hasil 500 ton sampah yang dikirim ke Bantar Gebang.
Atas program pemilahan dan pengelolaan sampah ini, diharapkan bisa mengurani beban pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.
“Maka dengan penanganan ini kami harapkan betul-betul akan berkurang secara signifikan, bukan hanya di pelaku di pasar, nanti di Horeka yaitu hotel, restoran, dan kafe, kami juga akan memperlakukan yang sama karena mereka size-nya juga cukup besar, dan di rumah tangga,” tegasnya.
Pramono menjelaskan, dirinya telah mengeluarkan instruksi nomor 5 tahun 2026 tentang pemilahan sampah di Jakarta.
