Momen hari raya yang juga disebut Idul Qurban ini merupakan komitmen sosial sekaligus rasa syukur korporasi. Berbagi daging kurban adalah berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di sekitar area perkebunan yang berada di berbagai pelosok Indonesia.
“Bagi PTPN I (Persero), momentum Idul Adha bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan, karyawan, dan warga yang berdampingan langsung dengan roda bisnis perkebunan negara,” ujarnya.
Menurut Teddy, esensi dari berkurban sangat lekat dengan budaya gotong royong yang selama ini menjadi pilar utama kekuatan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan industri.
“Ibadah kurban adalah cerminan ketulusan dan gotong royong. Saya sangat mengapresiasi keikhlasan Insan PTPN I (Persero) yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Di tengah dinamika industri, semangat berbagi inilah yang menjadi energi positif bagi keberlanjutan bisnis perusahaan,” kata Teddy.
Teddy menambahkan, distribusi yang menjangkau seluruh wilayah kerja dari barat hingga timur Indonesia menegaskan kehadiran PTPN I (Persero) yang inklusif di tengah masyarakat. Keberadaan kebun-kebun milik negara harus mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang langsung dirasakan oleh lingkungan sekitar, terutama pada hari besar keagamaan.
