Dalam pelatihan tersebut, para perempuan dari Cikampek itu belajar secara hands on, praktik langsung dari mulai memilih tepung yang tepat, menimbang, menakar, hingga mengolahnya dengan baik sampai menghasilkan beragam produk kuliner berkualitas.
“Para peserta praktik langsung dan merasakan bagaimana membuat sajian dengan standar tinggi, tentu dipandu oleh para ahli tata boga dari Bogasari,” tukas Agung.
Program yang menjadi bagian dari pilar investasi sosial korporasi ini dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas seremonial, melainkan sebuah strategi berkelanjutan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lingkar penunjang perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas ekonomi lokal. Melalui pelatihan tata boga berstandar industri ini, kami harap para peserta tak hanya meningkatkan keterampilan, melainkan memiliki bekal fundamental kuat untuk berwirausaha secara mandiri dan kompetitif,” jelasnya.
Agung menambahkan, program Mamapreneur ini secara spesifik menyasar kelompok perempuan guna mengoptimalkan potensi mereka sebagai penggerak roda ekonomi keluarga. Bogasari Baking Center dipilih karena perjalanan panjang perusahaan ini dalam sejarah industri pangan Indonesia dan telah melakukan hilirisasi produk gandum selama setengah abad lebih.
