“Bogasari berdiri tahun 1969 dan diresmikan tahun 1971. Memiliki sejarah panjang dalam melakukan hilirisasi bahan gandum. Karena sejarah inilah kami memilih Bogasari. Selain karena produk-produknya sangat akrab di mata masyarakat,” ujarnya.
Dari perspektif tata kelola program, sambung Agung, pelaksanaan program Lokamandiri ini diukur menggunakan kerangka kerja Social Return on Investment (SROI). Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap serapan dana TJSL dialokasikan perusahaan mampu menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan nyata serta berlipat ganda bagi komunitas lokal.
Sebagai strategi pascapelatihan, Pupuk Kujang juga telah menyiapkan roadmap pendampingan lanjutan. Perusahaan bakal memfasilitasi akses kelembagaan seperti pengurusan izin PIRT hingga sertifikasi halal, agar produk kuliner dihasilkan oleh para Mamapreneur Cikampek dapat diserap pasar lebih luas.
Melalui penguatan kapabilitas ini, Pupuk Kujang terus melangkah maju dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin Kesetaraan Gender (Poin 5) serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Poin 8).
