Tak hanya RRQ Kazu, EVOS Divine juga mampu menunjukkan performa apik pada pekan kedua dengan perolehan 137 poin. Perolehan poin ini hampir dua kali lipat dari poin mereka di pekan pertama hanya 64 poin. Sayangnya, kumulasi total 201 poin yang mereka dapatkan gagal membawa mereka ke posisi 12. Dari posisi juru kunci pada pekan pertama, sang juara dunia Esports World Cup 2025: Free Fire ini hanya mampu merangkak naik ke posisi 16 pada pekan kedua.
“Di pekan kedua sebenarnya ada peningkatan dari sisi permainan, tapi performa itu belum cukup karena kami juga harus menerima bahwa hasil di pekan pertama sangat mengganjal langkah kami di babak Knockout. Yang terpenting bagi kami sekarang adalah memaksimalkan kesempatan di pekan ketiga dengan bermain lebih agresif sambil menjaga objektif untuk lolos ke Grand Finals lebih awal,” ujar Pelatih EVOS Divine, Wahyu Kurniawan (LEEM).
Target Tingkatkan Stabilitas dan Firepower di Pekan Krusial
Sementara itu, Bigetron by Vitality masih terus menjadi salah satu penampil terbaik dari Indonesia di FFWS SEA 2026 Spring. Tim ini masih konsisten mencatatkan poin impresif di pekan kedua dengan 182 poin, lebih tinggi dari 158 poin di pekan pertama. Dengan perolehan ini, Bigetron by Vitality menutup dua pekan babak Knockout dengan total 340 poin dan lima Booyah, tertinggi di antara seluruh tim Indonesia yang bertanding di kompetisi ini.
