Lebih lanjut, Deny menyebutkan BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program ‘Sertakan’, yakni ajakan kepada perusahaan untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat rentan di sekitar. “Melalui program ini, perusahaan dapat membantu melindungi pekerja informal di lingkungan sekitar, seperti ojek atau pekerja lain yang mendukung aktivitas perusahaan. Ini menjadi langkah konkret memperluas perlindungan jaminan sosial,” pungkas Deny.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, peringatan May Day kali ini diharapkan tak sekadar seremoni mengenang perjuangan kaum buruh. Momentum tersebut dikemas melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menjaga keberlangsungan ekonomi Jakarta di tengah tantangan global.
Selain itu, kata Syaripudin, rangkaian kegiatan May Day kali ini dirancang untuk memperkuat silaturahmi tripartit. Berbagai kegiatan digelar mulai dari jalan sehat, donor darah, hingga lomba cerdas cermat. “Kegiatan ini punya manfaat besar, tidak hanya seremoni. Ini adalah bukti nyata hubungan baik antara pemerintah, pengusaha, dan rekan-rekan pekerja. Kita harapkan sistem ekonomi dan kelangsungan usaha tetap berjalan baik di tengah dampak ekonomi global dan fenomena El Nino,” ujar Syaripudin.
