“Setiap wajah dalam Faces of Fraud mewakili seseorang yang pernah menaruh kepercayaan pada sistem keamanan identitas, namun gagal terlindungi dari celah yang ada. Melalui gerakan ini, kami ingin membuka mata publik bahwa dampak penipuan digital tak hanya meninggalkan kerugian finansial, tapi juga luka emosional, hilangnya rasa aman, dan dampak yang membekas dalam kehidupan sehari-hari,” kata Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, Minggu (17/5/2026).
Faces of Fraud menampilkan kisah dari berbagai latar belakang, mulai dari Ibu rumah tangga hingga pekerja profesional, menjadi bukti bahwa siapa pun bisa menjadi sasaran penipuan digital, antara lain:
1. Pencurian Masa Depan
Seorang pensiunan yang kehilangan seluruh tabungan hidupnya akibat modus pengalihan dana ke aset kripto dalam waktu singkat.
2. Penyalahgunaan Identitas
Data pribadi korban digunakan untuk pinjaman online ilegal tanpa persetujuan, meninggalkan beban psikologis berkepanjangan.
3. Manipulasi Empati
Seorang orang tua kehilangan dana pengobatan anak akibat terjebak dalam modus donasi palsu.
