Lebih lanjut, SMAN 1 Pontianak menyatakan tetap menghormati hasil lomba tingkat provinsi yang telah ditetapkan sebelumnya serta mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan dengan semangat kebersamaan. Dalam pernyataannya, sekolah turut mengisyaratkan kemungkinan kembali berpartisipasi pada ajang serupa tahun depan.
“Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027,” tulis Indang.
Polemik LCC 4 Pilar bermula dari video viral yang memperlihatkan perbedaan penilaian terhadap jawaban serupa dari dua regu berbeda dalam babak final. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima saat menjawab pertanyaan rebutan, sementara Regu B dengan jawaban serupa justru memperoleh nilai sepuluh.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, mengumumkan final LCC tingkat Kalbar akan diulang dengan menghadirkan juri independen dari kalangan akademisi setempat. Jadwal pelaksanaan ulang hingga kini belum diumumkan.
