Pada sektor industri strategis, kedua Menteri mendorong kerja sama di bidang kendaraan listrik, semikonduktor, serta pasokan pupuk potash dari Belarus yang dikenal memiliki cadangan melimpah. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri hilir dan ketahanan pangan yang menjadi fokus dari Pemerintah saat ini. Terkait di bidang perdagangan, kedua pihak membahas perkembangan ratifikasi atas kesepakatan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Menlu Ryzhenkov menyampaikan bahwa Parlemen Belarus telah meratifikasi perjanjian tersebut, dan saat ini dokumen berada di meja Presiden Belarus untuk ditandatangani. Sementara itu, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan ratifikasi pada paruh kedua tahun 2026.
Lebih lanjut, keduanya juga berdiskusi mengenai program pengiriman pelajar dan tenaga profesional asal Indonesia, termasuk di bidang kesehatan, ke berbagai institusi kesehatan Belarus yang dikenal memiliki standar bagus. Menko Airlangga juga menyambut baik usulan tersebut dan menekankan agar program ini dapat diperluas ke bidang yang menjadi fokus dari Presiden RI, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). (tim)
