IPOL.ID – Pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Presiden RI Indonesia Open Championship 2026 di GOR Siger, Way Halim, Bandar Lampung, pada 26–28 Juni 2026 menuai sorotan dari sejumlah peserta, pelatih, official, dan orang tua atlet. Berbagai persoalan yang terjadi selama kejuaraan memicu protes dari sejumlah kontingen.
Kejuaraan yang diikuti sekitar 3.600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu disebut diwarnai kericuhan pertandingan, minimnya pengamanan, hingga polemik pelaksanaan kategori festival serta perbedaan keterangan pada medali dan sertifikat peserta.
Salah seorang orang tua atlet, Roy Triono, mengaku sedikitnya enam kali menyaksikan keributan selama kejuaraan berlangsung. Menurutnya, insiden tersebut umumnya dipicu ketidakpuasan pelatih terhadap keputusan wasit dan juri.
“Kalau saya lihat ada sekitar enam kali keributan. Yang paling ramai karena ada pelatih yang merasa atletnya dirugikan saat pertandingan,” ujar Roy, Rabu (2/7/2026).
Roy mengatakan salah satu insiden terbesar melibatkan kontingen Lampung dan Medan yang memprotes hasil pertandingan karena dinilai tidak adil.

