Neneng mencontohkan kondisi di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Menurutnya, titik penampungan maupun depo sampah masih sangat minim dan belum mampu menjangkau seluruh wilayah.
Anggota DPRD DKI 4 periode itu menyebut hanya beberapa lokasi seperti Sukapura yang memiliki depo, sementara wilayah lain masih dipenuhi tumpukan sampah.
“Saya lihat di Cilincing cuma ada di Sukapura yang ada depo. Sementara wilayah lain sampahnya menumpuk di mana-mana,” ungkapnya.
Ia juga mengeluhkan belum terealisasinya pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) di sejumlah kelurahan meski usulan sudah lama disampaikan DPRD. “Kita sudah berkali-kali minta dibangun TPS, tapi sampai hari ini belum dijalankan,” tegas Neneng.
Selain itu, Neneng menilai sosialisasi pemilahan sampah yang dilakukan pemerintah tidak efektif karena warga tidak mendapat kepastian mengenai fasilitas pendukung maupun mekanisme pengangkutan sampah setelah dipilah.
“RW bertanya, kami dikasih fasilitas apa untuk memilah sampah? Kalau sudah dipilah, mau dibawa ke mana? Siapa yang angkut? Mereka tidak bisa jawab,” katanya.
