Petaka bagi Lutfi datang saat ia memilih langkah mendorong pion ke petak C5 terlalu cepat. Ia mengaku melewatkan kalkulasi yang lebih dalam yang sebenarnya bisa mengunci kemenangan total.
Saya sebenarnya ada pilihan langkah kuda E5 dulu untuk skak, baru kemudian memakan dengan pion D setelah raja lawan maju. Kalau skenario itu yang diambil, lawan tidak akan punya kesempatan untuk melakukan konter serangan,” ungkap Lutfi usai pertandingan.
Akibat langkah C5 yang terburu-buru tersebut, tempo permainan justru berhasil dikejar oleh raja lawan dengan sangat akurat.
Memasuki fase akhir yang kritis, Lutfi sempat optimis ketika pionnya berhasil mencapai petak A4. Di atas kertas, posisinya sekilas terlihat menang. Namun, Satria Duta menunjukkan ketangguhannya dalam mengalkulasi akurasi langkah.
Lutfi tidak menyangka bahwa pergerakan rajanya dikunci secara pasif oleh Duta. Koordinasi perwira Duta memaksa kuda Lutfi terjebak kehilangan tempo, yang berujung pada hilangnya pion milik Lutfi saat melangkah. Satria Duta juga berhasil memanfaatkan momentum dengan mendorong pion ke petak G3, sebuah langkah kunci yang memaksa terjadinya pertukaran pion F dengan pion G.
