Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai pihak restoran seharusnya melakukan pengecekan transaksi secara menyeluruh sebelum menyampaikan dugaan pelanggan belum membayar.
Setelah bukti pembayaran diperlihatkan, pihak RM Pagi Sore cabang PIK akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf. Dalam video yang beredar di media sosial, pihak restoran menyebut insiden tersebut terjadi akibat miskomunikasi internal.
“Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan dari pihak manapun. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berharap hubungan baik tetap terjaga,” ujar perwakilan RM Pagi Sore cabang PIK.
Meski klarifikasi dan permintaan maaf telah disampaikan, polemik di media sosial terus berlanjut. Sejumlah akun asal Malaysia bahkan menyerukan boikot terhadap RM Pagi Sore.
Salah satu akun agen perjalanan, @tripadukberadik, secara terbuka menyatakan akan memboikot restoran tersebut dan memilih mendukung rumah makan lain di Indonesia.
