“Itu semuanya,” ktaanya.
Kasus tersebut mencuat setelah beredar unggahan di Instagram yang diduga dibuat oleh L. Dalam unggahan itu, muncul narasi yang mengajak pengguna media sosial menuliskan komentar bernada rasis dengan imbalan uang.
Konten tersebut kemudian menuai kecaman luas karena dinilai merendahkan kelompok etnis tertentu, termasuk masyarakat Papua.
Unggahan itu semakin viral setelah muncul klaim bahwa perempuan tersebut merupakan anak seorang perwira polisi di Polda Jawa Tengah dan merasa tidak takut dilaporkan karena memiliki orangtua berpangkat tinggi di institusi Polri.
“Dengan modal Rp 100 ribu, diduga anak perwira dari Polda Jateng ini ajak seluruh warga Indonesia untuk bikin komentar rasis. Alhasil banyak ikut berkomentar salah satunya bernada rendah ke Etnis Papua, lalu dirinya mengaku akan menang jika dilaporkan ke polisi karena ortu berpangkat tinggi di institusi Polri,” tulis akun Instagram @kasitau.info. (far)
