Pada bidang lingkungan, masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les aktif melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis warga, hingga produksi pupuk kompos untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir desa. Melalui program Les Grow, masyarakat mulai menginisiasi edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah daun kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu yang dikelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) desa, dan sebagian hasilnya juga dipasarkan kembali kepada masyarakat sehingga turut memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga.
Sementara pada bidang kewirausahaan, masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les masih mempertahankan tradisi pembuatan garam tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Menggunakan metode alami dan proses tradisional, masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les dapat menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton garam per panen yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Pengembangan potensi desa juga diperkuat melalui kerja sama dengan BUMDes Giri Segara dalam pemasaran produk unggulan desa dan pengembangan UMKM lokal, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dengan permintaan pembelian garam mencapai sekitar 1 ton per bulan atau setara kurang lebih Rp25 juta per bulan, menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat berkembang menjadi potensi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa.
