Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menjelaskan stabilitas makro ekonomi menjadi prioritas utama. Menurutnya, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diperlukan untuk merespons dampak global, termasuk kenaikan harga minyak yang mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat. Meski fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik, upaya menjaga nilai tukar rupiah perlu terus diperkuat melalui kebijakan yang tepat dan koordinasi yang erat antara otoritas ekonomi.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan BI terus memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas. Di sisi fiskal, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga dan koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat guna menjaga likuiditas perbankan dan pertumbuhan kredit.
Menutup konferensi pers, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan koordinasi antara DPR RI, Pemerintah, BI, Dewan Ekonomi Nasional, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna memastikan kebijakan makro ekonomi, fiskal, moneter, hingga sektor riil berjalan selaras, termasuk dalam memenuhi kebutuhan gas bagi industri nasional. (Tim Redaksi)

