IPOL.ID – Anggota Komisi IV DPR Slamet menilai konsep diversifikasi pangan perlu disosialisasikan secara lebih luas kepada masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, agar pemahaman mengenai pangan lokal dapat semakin mengakar. Menurutnya, diversifikasi pangan tidak semata dimaknai sebagai penambahan jenis pangan baru, tetapi juga upaya mengembalikan masyarakat pada sumber pangan lokal yang telah menjadi bagian dari sejarah dan budaya bangsa.
“Kalau asumsi diversifikasi pangan adalah memperbanyak jenis pangan selain beras, mungkin istilah ini perlu mulai disosialisasikan kembali, terutama kepada mahasiswa. Kita ingin kembali kepada pangan lokal seperti jagung dan singkong yang memiliki ikatan historis yang kuat dengan masyarakat kita,” ujar Slamet di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, melalui keterangan resmi DPR, Sabtu (13/6/2026).
Selain isu diversifikasi pangan, ia juga menyoroti perubahan peran Bulog setelah bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga memiliki orientasi bisnis. Baginya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan sistem kelembagaan pangan ke depan.
