Dengan begitu, kebutuhan dasar warga tetap terlindungi di tengah tekanan fiskal. “Itu kita pastikan tidak ada pemotongan dan tidak ada pengurangan,” bebernya.
Lebih lanjut, Suhud berencana untuk mendorong Pemprov DKI Jakarta lebih aktif menggali sumber pendanaan alternatif melalui creative financing.
Ia menilai, Jakarta memiliki banyak potensi pendanaan dan peluang kerja sama yang dapat dielaborasi bersama berbagai pihak. Sehingga pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada sumber pendapatan rutin.
“Kondisi ekonomi terkini menuntut pemerintah daerah bekerja lebih cermat dalam menentukan prioritas belanja,” tandasnya. (Sofian Ismanto)
