“Kami lakukan penjangkauan dan pendataan terhadap kedua orang itu untuk menjaga ketertiban umum serta memberikan pembinaan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Kurniawan, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, pihaknya meningkatkan patroli dan penertiban terhadap PMKS yang beraktivitas di beberapa titik rawan di wilayah Jakarta Timur.
Dia menambahkan, kedua pengemis berkostum pocong tersebut langsung dibawa ke Kantor Sudin Sosial Jakarta Timur.
Keduanya dipastikan bakal menjalani proses pendataan dan pembinaan lebih lanjut di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur.
“Sudah kami periksa ditasnya ternyata aman, tak ada barang membahayakan,” ungkap Kurniawan.
Sementara, pengemis berkostum pocong, Tedy mengaku memakai kostum pocong untuk menarik perhatian para pengendara maupun pejalan kaki.
Menurut dia, mengemis dengan kain menyerupai pocong sebagai bentuk kreativitas demi mendapatkan uang banyak.
“Saya pakai kostum pocong supaya orang-orang memperhatikan dan memberi uang,” ujar Tedy, Selasa malam.
