Tedy mengaku, dirinya menyewa kostum tersebut dari seseorang dengan harga Rp 15.000 perhari. Baru sekitar tiga pekan dia menjalani menjadi pengemis berkostum pocong.
Dirinya bersama rekannya juga berkeliling ke pemukiman warga dan tidak pernah memaksa ketika meminta uang.
“Biasanya kami dadah-dadah saja om, dandan gini pakai kaca saja sendiri. Yang penting cari uang halal om enggak kaya yang viral sekarang (jadi modus kejahatan),” tutup si pocong-pocongan. (Joesvicar Iqbal)
