Sementara itu, Jason Zhao selaku Deputy General Manager & Chief Engineer Resource Electric Tianjin Ltd turut melengkapi diskusi dengan memaparkan solusi teknologi tepat guna yang dapat diterapkan di Indonesia.
Memasuki pembahasan mengenai regulasi industri, sesi berikutnya fokus pada tema “The TKDN 2.0 Era – Joint Venture Strategies from Compliance to Long-term Value Creation”.
Dessy Lusyana selaku Ketua Tim Penerapan dan Temu Bisnis Pusat P3DN Kementerian Perindustrian menjelaskan penerapan TKDN secara praktis, regulasi, sertifikasi, serta penguatan industri lokal.
Sudut pandang industri mengenai tantangan dan strategi kerja sama patungan (Joint Venture) dengan pihak asing dibahas oleh Hendry Asdayoka Putra selaku Presiden Direktur PT PLN Indonesia Power Renewables bersama dengan Maxine Gao selaku Senior Strategic Development, PT Timur Assets Indonesia.
EESA Summit Indonesia 2026 juga mengupas topik khusus kewilayahan melalui sesi “Archipelago Energy Solutions – Microgrid Economic, Financing, and Operational Innovation”.
Nur Hadiyanto selaku Koordinator Percepatan Penyediaan Infrastruktur Listrik Desa dan Kemasyarakatan, Kementerian ESDM menjabarkan strategi serta tantangan pemerintah dalam pemerataan listrik di daerah kepulauan.
Sesi ini menjadi sangat penting mengingat pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menargetkan pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di 2.065 lokasi di berbagai wilayah Indonesia pada 2026.

