Sebelumnya, dunia tinju amatir Indoneia berjaya dengan melahirkan Wiem Gomies yang sukses meraih emas Asian Games Bangkok, Thailand tahun 1970 dan 1978 dan Pino Bahari yang meraih emas Asian Games Beijing 1990. Kemudian, Ferry Moniaga yang menembus perempat finalis Olimpiade Muencen 1972, Albert Papilaya, perempat finalis Olimpiade Barcelona 1992 dan La Paene Masara, perempat finalis Olimpiade Atlanta 1996.
“Sejak awal PERBATI dibentuk Pak Ketum Ray Zulham misinya mengembalilan kejayaan tinju amatir. Makanya, kita terus menjalankan program pelatnas dan mengimkan petinju ke berbagai event internasional serta menggelar event internasional di dalam negeri. Karena, PERBATI itu paham bahwa tanpa kompetisi tidak akan bisa melahirkan petinju berkualitas,” ungkapnya.
Jumah Petinju Bertambah
Sementara itu, Manejer Kompetisi Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026, Muhammad Arisa Putra Pohan mengatakan sudah ada penambahan peserta dari 344 menjadi 426 petinju.
“Hingga kini sudah tercatat 426 petinju dari 26 negara Asia yang sudah mendaftar. Jumlah peserta ini diluar dugaan,” kata Boy Pohan, panggilan karibnya. (bam)

