Berdasarkan rancangan nota kesepahaman yang sedang dibahas, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan AS menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Setelah itu, kedua negara akan melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Teheran yang menjadi alasan utama Washington melancarkan operasi militer sebelumnya.
Seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut memenuhi tujuan utama Presiden Donald Trump dan menempatkan proses negosiasi pada posisi yang sangat baik.
“Kesepakatan ini memenuhi tujuan utama Presiden Trump dan menempatkan negosiasi pada posisi yang sangat baik,” ujarnya.
Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam perundingan tersebut. Sementara itu, sumber Barat menyebut penandatanganan kesepakatan berpotensi dilakukan paling cepat pada Minggu (14/6) dengan Jenewa, Swiss, menjadi lokasi yang paling mungkin dipilih.
Dalam rancangan yang diperoleh Reuters dari sejumlah sumber, AS disebut akan mulai membuka akses terhadap miliaran dolar aset Iran yang selama ini dibekukan serta memberikan pelonggaran sanksi ekspor minyak. Sebagai imbalannya, Iran membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup setelah serangan AS dan Israel pada Februari lalu.
