“Kolaborasi ini melibatkan kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, pemerintah daerah, industri perhotelan, agen perjalanan wisata, restoran, pengelola atraksi wisata, maskapai penerbangan, hingga penyelenggara kegiatan. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi para peserta,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Kemenpar mendapat dukungan dari sejumlah perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, antara lain KBRI Berlin, KBRI Den Haag, KBRI Moskow, KJRI Los Angeles, KJRI San Francisco, dan KBRI Maputo.
Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Promosi Otorita Danau Toba serta pemerintah daerah, termasuk Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatra Utara serta Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dari sisi konektivitas, Mega FAM Trip BBTF 2026 didukung oleh China Southern Airlines, Singapore Airlines, Philippine Airlines, dan Pelita Air.
Sementara untuk penyelenggaraan program di destinasi, Kemenpar berkolaborasi dengan sejumlah mitra industri pariwisata, antara lain Indonesia Impression DMC untuk Tanjung Puting dan Bali; Matta Tour untuk Yogyakarta dan Bali; Bhara Tours and Travel Services serta ASITA NTB untuk Lombok dan Bali; DWI Tour untuk Jakarta dan Bali; serta Synergi Ravelino Tours & Travel untuk Sumatra Utara.
